Marketing Management (Managemen pemasaran) adalah suatu proses kegiatan didalam memanage pemasaran yang bertindak sebagai analisa, perencanaan, implementasi dan pengendalian yang dirancang untuk menciptakan, membangunan, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan membeli sasaran demi mencapai tujuan organisasi.
I. Marketing Management
Organisasi usaha memiliki tingkatan akan produk yang diharapkan /diinginkanpada suatu saat bias terjadi tidak ada permintaan. Permintaan memadai atau permintaan berlebi. Disini managemen pemasaran memiliki andil terpenting dalam dalam menemukan cara cara yang efisien dan efektif untuk mengantisipasi dan mengahadapi ondisi kondisi yang serba beraneka itu.
Managemen pemasaran akan memperhatikan tiddak hanya penemuan dan peningkatan permintaan saja, melainkan juga mengubah bahkan juga mengurangi permintaan.
Misalnya perusahaan besar kadang kesulitan memenuhi permintaan pada masa permintaan tinggi, pada kasusu permintaan berlebihan tersebut, diperlukan upaya-upaya management untuk mengurangi permintaan untuk sementara atau yang berdifat permanent hal tersebut disitilahkan dengan demarketing.
Tujuan demarketing tidak untuk mematikan permintaan melainkan hanya untuk mengurangi atau mengalihkan permintaan. Jadi marketing managementberusaha berusaha mempengaruhi tingkat dan sifat permintaan sedemikian tupa sehingga membantu organisasi usaha mencapai sasaran . Kesimpulannya adalah marketing management dapat diartikan sebagai manajemen permintaan
II. Membina Hubungan Pelanggan Untuk Mendapatkan laba
Mengelola permintaan berarti mengelola pelanggan, permintaan yang diterima organisasi usaha(perusahaan) dating dari dua kelopok yaitu : (1) Pelanggan Baru, (2) Pelanggan Lama
Dalam praktek pemasaran tradisional penekanannya pada menarik pelanggan baru dan menciptakan transaksi, akan tetapi pada lingkungan pemasaran modern saat ini perubahan factor factor demografis, ekonomis dan persaingan berarti bahwa lebih sedikit pelanggan yang bias diambil, meningkatnya biaya untuk mendapatkan pelanggan baru, jadi meskipun mendapatkan pelanggan baru sangatlah penting, namun penekanan yang utama adalah mempertahankan pelanggan yang sudah adadanmembina hubungan jangka panjang dengan pelanggan tersebut.
Jadi organisasi usaha melihat bahwa kehilangan seorang pelanggan berarti kehilangan tidak hanya satu oenjualan, tetapi juga nilai pembelian seumur hidup (consumer lifetime value)
Dalamperhitungan ekonomi, menjaga hubungan dengan pelanggan memang benar benar menjadi sangat penting dan masuk akal. Kunci untuk mempertahankanpelanggan adalah Nilai dan kepuasan bagi pelangganan yang gunggul
Praktek Manajemen Pemasaran
Semua jenis usaha menggunakan pemasaran , dan mereka menggunakan dengan berbagai cara yang sangat berbeda. Banyak perusahaan besar menerapkan praktek pemasaran terstandarisasi dengan cara yang telah di formalkan, juga nanyak perusahaan yang mengunakan cara pemasaran yang informal.
Salah satu buku pemasaran saat ini “Radical Marketing”memuji perusahaan seperti Herly Davidson, Virgin Atlantic Airwys karena telah suses melanggan aturanaturan pemasaran . mereka melancarkan pemasarana bukan dengan meningkatkan biaya riset pemasaran, advertising, atau mengoperasikan departemen marketing yang besar, namun perusahaan itu justru menjalani dengan summer daya yang ada dengan lebih menekankan pada hidup dekat pelanggan yang lebih intensif dengan meningkatkan kepuasan pelanggan, mereka membentuk club pembeli, menggunakan humas yang reatif, dan focus pada penciptaan produk yang berkualitas
1. Pemasaran Entrepreneurial
Banyak perusahaan perusahaan yang dimulai dari individu yang mengunakan kecerdasan dan kebijakan mereka. Mereka menfisualisasikan peluang dan mengetuk setiap pintu untuk mendapatkan atensi pembeli.
Contorh:
Perusahan Boston Beer yang memproduksi Samuel Adam Beer dan menjadi beer rumahan terlaris di amerika, memulai usahanya tahun 1984 dengan menjajakan botol beer dari bar ke bar untuk membujuk bar tender agar bersrdia menjualnya, selama 10 tahun, ia tidak bias membiayai iklan, dia melakukan penjualannya secara langsung(direct Selling), sekarang bisnisnya sudah mencapai $120 Juta, mejadikan nya pemimpin di pasar beer rumahan (craf Beer Market) di amerika
2. Pemasaran Terformulasi
Pada saat perusahahan kecil sukses, ia akan melangkah secara perlahan menuju pada pemasaran yang terformulasi(formulate marketing)
Contoh di atas Boston Beer sekarang menghabiskan $15 juta untuk iklan di TVdi pasar yang terpilih. Perusahaan itu sekarang mempekerjakan lebih dari 175 tenaga penjual dan memiliki departemen pemasaran yang melakukan riset pemasaran.
Boston Beer telah mengunakan beberapa lat Bantu pemasaran yang lazim digunakan dalam perusahahan pemasaran yang dijalankan secara professional
3. Pemasaran Entrepreneurial
Banayak perusahaan besar dankuat, mengalami kebuntuan dalam pemasaran terformulasi. Erusahan perusahahan tersebut kadang kehilangan kreativitasnya dansemangat pemasaran yang awalnya mereka miliki. Mereka harus membangun kembali semangat entreprenuerrial yang membawa mereka ke posisi seksesnya ini. Mereka harus mendorong inidiatif dan “entrepreneurship” di itngkat local. Manager produk dan merek perlu keluar kantor, memulai hidup bersama konsumen dan menvisualisasikan cara cara baru untuk menambahkan nilai kehidupan onumen mereka
Pada dasarnya pemasaran yang efektif dapat berbentuk apa saja, akan muncul teanan yang terus menerus antara sisi pemasaran yang terformulasidan sisi pemasaran kreatif .
FILOSOFI MANAJEMEN PEMASARAN
Dalam mengurai marketing Management, sebagai pelaksana tugas untuk mencapai pertukaran yang di harapkan dalam target pasar. Falsafah apa yang sebaiknya dijadikan pedoman dalam usama pemasaran? Berapa bobot yang harus di diberikan pada organisasi usaha , pelanggan, dan masyarakat yang berkepentingan?
Terdapat lima konsep alternative yang menlandasi aktifitas pemasaran organisasi yaitu :
I. Konsep Produksi
Konsep produksi percaya bahwa pelanggan akan menyukai produk yang tersedia dan harga terjangkau. Oleh karena itu management pemasaran harus berusahakeras untuk memperbaiki produksi dan efisiensi distribusi. Konsep itu merupakan salah satu falsafah paling tua yang membimbing penjual
Konsep ini masih merupaan falsafah yang bermanfaat dua tipe situasi :
1. jika kondisi permintaan produk melebihi penawaran
2. jika biaya produksi terlalu tinggi dan perbaikan produktivitas diperlukan untuk menurunkan biaya produksi
Contoh:
falsafah Hendry ford adalah menyempurnakanproduk mobil model T, biayanya dapat ditekandan lebih banyak orang yang mampu membeli.
II. Konsep Produk
Menjelaskan bahwa konsumen akan menyukai produk yang mempunyai produk terbaik, kinerja terbaik dan sifat paling inofatif. Jadi organisasi usaha harus mencurahkan energi untuk terus menerus melakukan perbaikan produk. Seperti misalnya beberapa pabrikan yakin bahwa bila mereka dapat membuat perangkap tukus lebih baik, dunia aan mencari mereka. Tetapi mereka sering kali terkejut , konsumen mungkin memang mencari alat yang lebih baik untuk masalah tikus, tapi tida harus mencari penagkap tikus yang lebih baik. Pemecahannya mungkin dengan menyemprotkan bahan kimia, pelayanan pembasmi, atau sesuatu yang lainyang dapat bekerja lebih baik dibandingkan alat penangkap tkius.
III. Konsep Penjualan
Konsep penjualan menyatakan bahwa konsumen tidak akan membeli produk dalam jumlah cukup kecuali jika organisasi usaha yang menjual produk tersebut melakukan usaha penjualan dan promosi bersekala besar.
Knsep ini biasnya dilaukan pada barang yang tidak terlalu di cari onsumen(unsought goods) barang yang oleh konsumen tidak terpikir untuk dibeli, sepeti ensiklopedia atau asuransi. Industri tersebut harus mahir melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk tersebut kepada mereka.
Kebanyakan perusahaan mlakukan konsep penjualan ketika mereka mempunyai kapasitas berlebih.tujuannya adalah menjual apa yang mereka buat, bukannya menciptakan apa yang diinginkan pasar. Pemasaran seperti ini besar risikonya. Onsep ini mementinkan penciptaan transaksi penjualan, bukannya membina hubungan jnagka panjang yan menguntungka bagi konsumen.
Asumsi yang dpat digunakan adalah konsumen yangterbujuk untuk membeli akan menyukainya, atau bila mereka tidak suka mereka mungkin akan melupakan kekecewaan itu danmembelinya lagi nantinya.. padahal hal ini tidak pberlau dalam penerapan pemasaran saat ini.
IV. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian sasaran organisasi usaha tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian kepuasan yang harapkan menjadi lebih efektive dan efisien dibandingkan dengan pesaing. Konsep pemasaran dinyatakan dengan cara yang berwarna warni, seperti:
“ Kami mewujudkan keinginnan anda” (Marriot)
“ terbang untuk melayani”(British airways)
“ Kami tidak puas sebelum anda Puas: (GE)
onsep penjualan dan konsep pemasaran kadang membingungkan gambar dibaeah ini membandingkan kedua konsep itu (Penjualan : Pemasaran)
konsep penjualan memilikipresepsi dari dalam keluar
sebaiknya konsep Pemasaraqn memiliki prespektif dari luar kedalam
V. Konsep pemasaran Berwawasan Sosial
Konsep pemasaran berwawasan social ini menyatakan bahwa organisasi usaha harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar sasaran. Kemudian organisasi itu harus memberikan nilai yang ungul pada pelanggan dengana cara yang bersifat memelihara atau memperbaiki kesejahteraaan konsumendan masyarakat. Konsep pemasaran berwawasan social ini merupakan yang terbaru dari falsafah marketing management



Tidak ada komentar:
Posting Komentar